LSM MAPAN; Mencium Dugaan Kolusi dan Korupsi Terkait Pembebasan Lahan TPU Desa Cikande

Redaksi
By -
0

TANGERANG - Ketua LSM MAPAN, Saepudin Juhri, dan tokoh masyarakat Desa Cikande, Dovi Efendi, sama-sama menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan pembebasan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Cikande dengan cara yang elegan dan tidak menimbulkan konflik. 




Menurut Saepudin Juhri, pembebasan lahan TPU Desa Cikande telah menjadi isu yang hangat dibicarakan oleh masyarakat setempat. Dan mencium adanya dugaan praktek kolusi dan korupsi.


"Kami berharap bahwa semua pihak dapat menyelesaikan persoalan ini secara elegan dan tidak menimbulkan konflik," ujar Saepudin.




Selain itu tokoh masyarakat desa Cikande Dovi Efendi mengungkapkan bahwa, pembebasan lahan TPU Desa Cikande sangat penting untuk kepentingan masyarakat setempat. Semua pihak  seharusnya bermusyawarah dengan lingkungan sekitar lokasi, karena dalam jangka panjang akan berdampak pada resapan air bawah tanah. 


"Kami berharap bahwa pemerintah kabupaten Tangerang dapat memprioritaskan kepentingan masyarakat dan menyelesaikan persoalan ini secara elegan," ujar Dovi.


"Jangan seperti orang yang mau 'ngarawu kusiku'," pungkas Dovi.


Catatan Redaksi;

"Ngarawu ku siku" dalam terminologi bahasa Sunda berarti "mengambil dengan siku", yang merupakan peribahasa yang menggambarkan perilaku serakah atau rakus. 

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn more
Ok, Go it!